ALDHINA
YULIARDANI
20214734
2EB36
Mengapa
koperasi tidak lagi menjadi soko guru kegiatan ekonomi?
Koperasi
Indonesia sebenarnya merupakan salah satu badan usaha yang ada dalam
perekonomian Indonesia. Keberadaannya diharapkan dapat banyak berperan aktif
dalam mewujudkan kesejahteraan dana kemakmuran rakyat.
Namun
di era Reformasi ini keberadaannya banyak dipertanyakan, bahkan seringkali ada
yang mengatakan keberadaannya sudah tidak terlalu terdengar lagi dan apakah
masih sesuai sebagai salah satu badan usaha yang berciri demokrasi dan dimiliki
oleh pereorang dalam satu kumpulan, bukannya jumlah modal yang disetor seperti
badan usaha lainnya. Padahal Koperasi menjadi soko guru (kekuatan) perekonomian
di Indonesia. Maksud dari koperasi merupakan soko guru (kekuatan) dalam
perekonomian di Indonesia adalah dengan adanya koperasi akan memperkuat
perekonomian di Indonesia, karena pada dasarnya prinsip Koperasi itu adalah oleh kita untuk kita.
Atas
dasari itulah seharusnya Koperasi dibangun, karena koperasi merupakan wadah
yang paling tepat untuk menghimpun kekuatan ekonomi rakyat. Yaitu mereka yang
terdiri dari orang-orang kecil (kurang mampu) dan lemah. Yang jika bergabung
bersama akan menjadi kekuatan besar, itulah makna Koperasi.
Koperasi
dianggap sebagai badan usaha yang teralu banyak merepoti pemerintah, karena
banyak kredit progam yang diterima Koperasi (utamanya KUD) raib diselewengkan
pengelolanya. Meskipun demikian sampai sekarang di mata perbankan posisi tawar
Koperasi masih dipandang sebelah mata. Untuk bisa memperoleh kredit di banyak
bank, Koperasi perlu melengkapi banyak persayaratan yang sering kali
merepotkan. Sejatinya Koperasi dibentuk demi kesejahteraan anggotanya. Sementara
Koperasi dibentuk demi keuntungan pemodal semata. Bahkan tidak jarang para
pemodal rela membeli badan hukum Koperasi yang sudah tidak aktif lagi dengan nilai
tak kurang dari puluhan juta rupiah.
Jadi, ketika UUD 1945 sudah menganggap tidak perlu untuk mencantumkan lagi
kata Koperasi ketika perbankan masih memandang Koperasi dengan
sebelah mata, dan ketika banyak PT yang beroperasi dengan kedok Koperasi,
Masihkah Koperasi Menjadi Soko Guru Perekonomian Indonesia? Jawabannya jelas tidak.
Ya memang sangat miris, Koperasi kalah saing dengan perbankan dan perusahaan
besar, jadi Koperasi disini hanya sebagai pelengkap perekonomian Indonesia.
Apa
saran anda agar Koperasi di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang?
Koperasi
pada saat ini jauh dari koperasi yang kita harapkan, banyak sekali faktor yang
menyebabkan hal tersebut, diantaranya perkembangan koperasi yang selalu
dipengaruhi oleh kepentingan politis. Peran pemerintah yang terlalu
mengintervensi pertumbuhan dan pergerakan koperasi, sehingga kurangnya dukungan
dan keperdulian terhadap koperasi, baik dari instansi pemerintah maupun swasta.
Walaupun
disamping itu banyak yang menganggap bahwa keberadaan koperasi terlihat samar
dikarenakan apakah badan koperasi ini masih dimiliki oleh perorangan ataupun
unit usaha yang dalam pelaksanaannya banyak terjadi keganjilan. Tetapi
kenyataannya Koperasi dapat memberikan manfaat-manfaat yang luar biasa yaitu
dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.
Jadi
apabila Koperasi dapat dikelola dengan baik, jelas, terbuka, dan sukarela atas
asas kekeluargaan maka Koperasi yang berjalan akan dapat tumbuh dan berkembang
sesuai dengan tujuan utamanya. Peran Pemerintah dalam mengembangkan Koperasi
tidak kalah penting. Mulai dari Pemerintah yang dapat mendukung perannya dalam
Koperasi ini masuk ke berbagai kota-kota besar maupun daerah terpencil pun
dengan pembinaan yang baik dan jelas, serta dapat dikelola dengan baik niscaya Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian
Indonesia tidak hanya sekedar perkataan saja tetapi dapat benar-benar
dibuktikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar