Rabu, 09 Desember 2015

EKONOMI KOPERASI (SOFTSKILL)

ALDHINA YULIARDANI
20214734
2EB36

Mengapa koperasi tidak lagi menjadi soko guru kegiatan ekonomi?
Koperasi Indonesia sebenarnya merupakan salah satu badan usaha yang ada dalam perekonomian Indonesia. Keberadaannya diharapkan dapat banyak berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dana kemakmuran rakyat.
Namun di era Reformasi ini keberadaannya banyak dipertanyakan, bahkan seringkali ada yang mengatakan keberadaannya sudah tidak terlalu terdengar lagi dan apakah masih sesuai sebagai salah satu badan usaha yang berciri demokrasi dan dimiliki oleh pereorang dalam satu kumpulan, bukannya jumlah modal yang disetor seperti badan usaha lainnya. Padahal Koperasi menjadi soko guru (kekuatan) perekonomian di Indonesia. Maksud dari koperasi merupakan soko guru (kekuatan) dalam perekonomian di Indonesia adalah dengan adanya koperasi akan memperkuat perekonomian di Indonesia, karena pada dasarnya prinsip Koperasi itu adalah oleh kita untuk kita.
Atas dasari itulah seharusnya Koperasi dibangun, karena koperasi merupakan wadah yang paling tepat untuk menghimpun kekuatan ekonomi rakyat. Yaitu mereka yang terdiri dari orang-orang kecil (kurang mampu) dan lemah. Yang jika bergabung bersama akan menjadi kekuatan besar, itulah makna Koperasi.
Koperasi dianggap sebagai badan usaha yang teralu banyak merepoti pemerintah, karena banyak kredit progam yang diterima Koperasi (utamanya KUD) raib diselewengkan pengelolanya. Meskipun demikian sampai sekarang di mata perbankan posisi tawar Koperasi masih dipandang sebelah mata. Untuk bisa memperoleh kredit di banyak bank, Koperasi perlu melengkapi banyak persayaratan yang sering kali merepotkan. Sejatinya Koperasi dibentuk demi kesejahteraan anggotanya. Sementara Koperasi dibentuk demi keuntungan pemodal semata. Bahkan tidak jarang para pemodal rela membeli badan hukum Koperasi yang sudah tidak aktif lagi dengan nilai tak kurang dari puluhan juta rupiah.
Jadi, ketika UUD 1945 sudah menganggap tidak perlu untuk mencantumkan lagi kata Koperasi  ketika perbankan masih memandang Koperasi dengan sebelah mata, dan ketika banyak PT yang beroperasi dengan kedok Koperasi, Masihkah Koperasi Menjadi Soko Guru Perekonomian Indonesia? Jawabannya jelas tidak. Ya memang sangat miris, Koperasi kalah saing dengan perbankan dan perusahaan besar, jadi Koperasi disini hanya sebagai pelengkap perekonomian Indonesia.

Apa saran anda agar Koperasi di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang?
Koperasi pada saat ini jauh dari koperasi yang kita harapkan, banyak sekali faktor yang menyebabkan hal tersebut, diantaranya perkembangan koperasi yang selalu dipengaruhi oleh kepentingan politis. Peran pemerintah yang terlalu mengintervensi pertumbuhan dan pergerakan koperasi, sehingga kurangnya dukungan dan keperdulian terhadap koperasi, baik dari instansi pemerintah maupun swasta.
Walaupun disamping itu banyak yang menganggap bahwa keberadaan koperasi terlihat samar dikarenakan apakah badan koperasi ini masih dimiliki oleh perorangan ataupun unit usaha yang dalam pelaksanaannya banyak terjadi keganjilan. Tetapi kenyataannya Koperasi dapat memberikan manfaat-manfaat yang luar biasa yaitu dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di Indonesia.

Jadi apabila Koperasi dapat dikelola dengan baik, jelas, terbuka, dan sukarela atas asas kekeluargaan maka Koperasi yang berjalan akan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan tujuan utamanya. Peran Pemerintah dalam mengembangkan Koperasi tidak kalah penting. Mulai dari Pemerintah yang dapat mendukung perannya dalam Koperasi ini masuk ke berbagai kota-kota besar maupun daerah terpencil pun dengan pembinaan yang baik dan jelas, serta dapat dikelola dengan baik niscaya Koperasi Sebagai Sokoguru Perekonomian Indonesia tidak hanya sekedar perkataan saja tetapi dapat benar-benar dibuktikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar