ALDHINA
YULIARDANI
20214734
1EB31
SAMPAH
YANG MEMBAWA KEBERUNTUNGAN
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Dalam
kehidupan sehari-hari banyak aktifitas yang menghasilkan sampah, dari bangun
tidur sampai tidur lagi. Berdasarkan jenisnya sampah terbagi menjadi 3, yaitu
sampah organik, sampah anorganik, dan sampah berbahaya. Sampah organik yaitu
sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan daun-daun
kering. Sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk seperti kertas,
bahan-bahan yang terbuat dari plastik, kaleng, dan kayu. Sedangkan sampah
berbahaya seperti pecahan kaca
dan gelas, sisa bahan kimia, baterai, botol obat nyamuk, dan paku.
Banyaknya
limbah atau sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya, menimbulkan
dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Berbagai macam usaha yang dilakukan pemerintah
untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah-limbah sampah yang dapat
menggangu kesehatan masyarakat. Program yang dilakukan pemerintah ternyata
dimanfaatkan dan dikembangkan kembali oleh sebagian masyarakat, dengan
dijadikannya peluang usaha baru yang bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan
dari limbah-limbah sampah.
1.2 Rumusan Masalah
1.
Apa
saja sampah yang dapat didaur ulang?
2.
Apa
yang dapat dihasilkan dari mendaur ulang sampah?
1.3 Tujuan Masalah
1.
Untuk
mengetahui sampah-sampah apa saja yang dapat didaur ulang
2.
Untuk
mengetahui ternyata mendaur ulang sampah dapat dijadikan sebagai peluang usaha
Bab II
Pembahasan
Sampah merupakan hal kecil yang sering
dilupakan, namun dapat menjadi masalah yang sangat besar apabila tidak
ditangani dengan serius. Dalam hal ini sampah plastik dan kertas adalah masalah
yang sangat sering ditemui didalam masyarakat, karena yang paling banyak
dibuang dan menghasilkan sampah. Sampah-sampah tersebut sebenarnya dapat di
daur ulang dan dapat dimanfaatkan sebagai barang yang bernilai jual dan
menguntungkan.
Daur ulang adalah proses pengolahan
sampah-sampah padat dengan melakukan kegiatan pemilihan, pengumpulan,
pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan material bekas pakai yang dapat
dimanfaatkan lagi.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk daur ulang
:
·
Pemisahan :
Pisahkan barang-barang atau material yang dapat didaur ulang dengan sampah yang
harus dibuang ke pembuangan sampah. Pastikan material tersebut kosong dan akan
lebih baik jika dalam keadaan bersih.
·
Penyimpanan
: Simpan barang atau material kering yang sudah dipisahkan tadi ke dalam boks
atau kotak tertutup tergantung dari jenis
barangnya, misalnya boks untuk kertas bekas, botol bekas, dll. Jika akan
membuat kompos, tumpuk sampah rumah tangga pada lokasi pembuatan kompos.
·
Pengiriman
atau Penjualan : Barang yang terkumpul dijual ke pabrik yang membutuhkan
material bekas tersebut sebagai bahan baku untuk dijual ke pemulung.
Secara garis besarnya, sampah dapat dibedakan menjadi
3 jenis, yaitu :
·
Sampah
Anorganik adalah Sampah tidak mudah hancur atau lapuk bukan berupa cairan dan
gas dan sering disebut sebagai sampah kering. Sampah anorganik dibedakan
menjadi 2 bagian yaitu :
a) Barang lapuk : Barang yang dapat di daur ulang kembali dalam keadaan bersih dan tidak rusak, mempunyai nilai ekonomis tinggi. Contoh : Logam, Besi, Kaleng, Plastik, Karet, dll.
b) Bukan barang lapuk : Sampah anorganik yang betul-betul rusak dan tidak dapat diperjual belikan sehingga tidak memiliki nilai ekonomis.
a) Barang lapuk : Barang yang dapat di daur ulang kembali dalam keadaan bersih dan tidak rusak, mempunyai nilai ekonomis tinggi. Contoh : Logam, Besi, Kaleng, Plastik, Karet, dll.
b) Bukan barang lapuk : Sampah anorganik yang betul-betul rusak dan tidak dapat diperjual belikan sehingga tidak memiliki nilai ekonomis.
·
Sampah
Organik adalah Sampah yang mudah lapuk atau hancur, bukan berbentuk cairan dan
gas biasanya sering disebut sampah basah. Sampah organik terdiri dari 3 bagian
:
a) Sampah organik segar, seperti : Sampah dapur, Kebun, Pasar dan Restoran.
b) Sampah organik olah, seperti : Kertas, Kardus, Ranting pohon, dll.
c) Sampah organik pilihan untuk daur ulang menjadi kompos dipilih sampah organik yang segar dan lunak tidak termasuk yang keras dan berbentuk basah seperti sisa sayuran, rempah-rempah, dan sisa buah.
a) Sampah organik segar, seperti : Sampah dapur, Kebun, Pasar dan Restoran.
b) Sampah organik olah, seperti : Kertas, Kardus, Ranting pohon, dll.
c) Sampah organik pilihan untuk daur ulang menjadi kompos dipilih sampah organik yang segar dan lunak tidak termasuk yang keras dan berbentuk basah seperti sisa sayuran, rempah-rempah, dan sisa buah.
·
Sampah
Berbahaya adalah Sampah yang harus ditangani secara khusus untuk menetralisir
akibat pencemaran. Sampah ini harus dipisahkan dari yang lainnya sehingga
proses daur ulang lebih cepat dan menghasilkan produk yang bebas dari bahan
berbahaya.
Contoh: pecahan kaca dan gelas, sisa
bahan kimia, baterai, botol obat nyamuk dan paku.
Sampah seringkali menjadi masalah dalam kehidupan kita
sehari-hari. Bagaimana tidak, sekitar 300 juta kantong plastik dibuang setiap
tahunnya di Indonesia. Belum lagi yang membuangnya di sungai atau tempat-tempat
yang tidak semestinya. Sebagian orang menilai sampah hanyalah barang bekas yang
tak ternilai, mungkin bisa dikatakan bernilai walaupun dihargai dengan nilai
yang rendah. Sampah-sampah yang sudah dibuang sebenarnya bisa dijadikan produk
yang unik dan menguntungkan. Nah dari situlah bisa dikatakan, sampah dapat
dimanfaatkan sebagai peluang untuk berbisnis.
Ketika kita membeli sebuah produk, tentunya kita akan
segera membuangnya jika produk tersebut sudah habis isinya. Kemasannya kita
buang begitu saja, jarang sekali orang memikirkan bagaimana barang tersebut
jika dimanfaatkan kembali. Padahal, apabila kita melihat dari kacamata
wirausaha kemasan tersebut bisa menjadi lahan bisnis dan punya peluang besar
untuk dikembangkan.
Seperti halnya Muhammad Baedowy adalah seorang
pengusaha pengelola limbah-limbah plastik, yang lalu mengekspor produknya ke
China. Dari hasil kerja keras dan ketekunannya tersebut, ia dapat menciptakan
lapangan pekerjaan dan memperoleh penghasilan hingga miliran. Sudah hampir 13
tahun ia menggeluti bisnis daur ulang sampah plastik di bawah label CV.
Majestic Buana.
Sebelum memulai usaha ini ia sempat juga mencoba
peruntungan usaha menjadi penjual jangkrik hingga cacing. Akan tetapi banyak
kegagalan yang ditemui dan ia tidak memperoleh keuntungan dari bisnisnya itu.
Hingga akhirnya, ia pun memutuskan untuk memulai usaha yang memiliki resiko
yang minim seperti proses daur ulang sampah. Sebenarnya inspirasi mengenai
bisnis daur ulang sampah ia peroleh ketika melihat aktivitas pemulung
mengumpulkan sampah. Tanpa malu ia ikut mengumpulkan sampah-sampah botol
plastik. Botol-botol plastik tersebut lalu dipilah-pilah berdasarkan warna
serta jenisnya kemudian dipisahkan lalu dijual.
Usaha yang ia jalani ini tidak selamanya mulus, usaha
tersebut pernah mengalami kerusakan pada mesin produksi dan terpaksa terhenti.
Tetapi berkat dukungan istrinya, Baedowy akhirnya kembali bangkit untuk
meneruskan usahanya. Hanya dengan waktu setahun ia berhasil membangun kembali
usahanya.
Di China produk Baedowy digunakan sebagai bahan baku
untuk membuat benang polyester. Bahan pembuatannya diperoleh dari limbah botol
plastik minuman dengan jenis PET (polyethylene terephthalate). Sedangkan untuk
sampah plastik gelas minuman berjenis PP (polypropylene) dipakai sebagai bahan
dasar pembuatan tali rafia. Selain permintaan ekspor, ia juga menciptakan
produk daur ulang sendiri dengan menggunakan botol plastik oli menjadi lokop
sapu.
Berhasil menjadi seorang pengusaha sukses, Baedowy sadar
ia tidak akan bisa melakukan hanya dengan seorang diri. Ia berpendapat,
keberhasilan bisa diperoleh karena peran serta karyawannya. Oleh sebab itu ia
berjanji, tepat pada tahun 2018 akan membagi rata hasil 90% keuntungannya dari
pabrik untuk semua karyawan yang sudah bekerja minimal 5 tahun. Dengan cara
seperti ini Baedowy berharap bisa terus mensejahterkan karyawannya, dan
menciptakan manajemen keuangan perusahaan yang lebih transparan.
Banyak sekali penghargaan yang sudah Baedowy capai
seperti :
a. Pemenang Industri Hijau Tingkat
Nasional 2009
b. Peraih Penghargaan Soegeng Sarjadi
Award on Good Governance 2010
c. Peraih Penghargaan Kalpataru 2010
d. Peraih Penghargaan Indonesia ASEAN
Young Green Soldier Award 2011
Bab III
Penutup
Nah, dapat dilihat ternyata sampah-sampah selama ini
yang menurut kita sudah tidak bisa digunakan kembali, ternyata masih mempunyai
fungsi dan dapat juga menghasilkan pundi-pundi rupiah, selain itu juga dapat
menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang dan tidak perlu membutuhkan modal
khusus untuk mengembangkan bisnis ini. Kita hanya tinggal memungut
sampah-sampah tersebut, lalu dikembangkan ke pengepul, setelah itu sampai ke
tangan kita sebagai pendaur ulang sampahnya, lalu hasilnya di ekspor dan hasil
ekspor tersebut akan menghasilkan rupiah. Selain itu kita juga bisa mengambil
banyak hikmah dari pekerjaan ini, seperti menyelamatkan lingkungan dari
limbah-limbah berbahaya, dan juga bisa memperkerjakan banyak orang tanpa harus
mempunyai kemampuan khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut.
Daftar Pustaka
Tidak ada komentar:
Posting Komentar