Sabtu, 03 Januari 2015

Tulisan 5



 

ALDHINA YULIARDANI

20214734

1EB31


SAMPAH YANG MEMBAWA KEBERUNTUNGAN


Bab I
Pendahuluan

1.1  Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari banyak aktifitas yang menghasilkan sampah, dari bangun tidur sampai tidur lagi. Berdasarkan jenisnya sampah terbagi menjadi 3, yaitu sampah organik, sampah anorganik, dan sampah berbahaya. Sampah organik yaitu sampah yang mudah membusuk seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan daun-daun kering. Sampah anorganik yaitu sampah yang tidak mudah membusuk seperti kertas, bahan-bahan yang terbuat dari plastik, kaleng, dan kayu. Sedangkan sampah berbahaya seperti pecahan kaca dan gelas, sisa bahan kimia, baterai, botol obat nyamuk, dan paku.
Banyaknya limbah atau sampah yang dihasilkan masyarakat setiap harinya, menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan sekitar. Berbagai macam usaha yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan lingkungan dari tumpukan limbah-limbah sampah yang dapat menggangu kesehatan masyarakat. Program yang dilakukan pemerintah ternyata dimanfaatkan dan dikembangkan kembali oleh sebagian masyarakat, dengan dijadikannya peluang usaha baru yang bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan dari limbah-limbah sampah.
1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa saja sampah yang dapat didaur ulang?
2.      Apa yang dapat dihasilkan dari mendaur ulang sampah?
1.3  Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui sampah-sampah apa saja yang dapat didaur ulang
2.      Untuk mengetahui ternyata mendaur ulang sampah dapat dijadikan sebagai peluang usaha


Bab II
Pembahasan

Sampah merupakan hal kecil yang sering dilupakan, namun dapat menjadi masalah yang sangat besar apabila tidak ditangani dengan serius. Dalam hal ini sampah plastik dan kertas adalah masalah yang sangat sering ditemui didalam masyarakat, karena yang paling banyak dibuang dan menghasilkan sampah. Sampah-sampah tersebut sebenarnya dapat di daur ulang dan dapat dimanfaatkan sebagai barang yang bernilai jual dan menguntungkan.
Daur ulang adalah proses pengolahan sampah-sampah padat dengan melakukan kegiatan pemilihan, pengumpulan, pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan material bekas pakai yang dapat dimanfaatkan lagi.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk daur ulang :
·         Pemisahan : Pisahkan barang-barang atau material yang dapat didaur ulang dengan sampah yang harus dibuang ke pembuangan sampah. Pastikan material tersebut kosong dan akan lebih baik jika dalam keadaan bersih.
·         Penyimpanan : Simpan barang atau material kering yang sudah dipisahkan tadi ke dalam boks atau kotak tertutup tergantung  dari jenis barangnya, misalnya boks untuk kertas bekas, botol bekas, dll. Jika akan membuat kompos, tumpuk sampah rumah tangga pada lokasi pembuatan kompos.
·         Pengiriman atau Penjualan : Barang yang terkumpul dijual ke pabrik yang membutuhkan material bekas tersebut sebagai bahan baku untuk dijual ke pemulung.
Secara garis besarnya, sampah dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu :
·         Sampah Anorganik adalah Sampah tidak mudah hancur atau lapuk bukan berupa cairan dan gas dan sering disebut sebagai sampah kering. Sampah anorganik dibedakan menjadi 2 bagian yaitu :
a) Barang lapuk : Barang yang dapat di daur ulang kembali dalam keadaan bersih dan tidak rusak, mempunyai nilai ekonomis tinggi. Contoh : Logam, Besi, Kaleng, Plastik, Karet, dll.
b) Bukan barang lapuk : Sampah anorganik yang betul-betul rusak dan tidak dapat diperjual belikan sehingga tidak memiliki nilai ekonomis.
·         Sampah Organik adalah Sampah yang mudah lapuk atau hancur, bukan berbentuk cairan dan gas biasanya sering disebut sampah basah. Sampah organik terdiri dari 3 bagian :
a) Sampah organik segar, seperti : Sampah dapur, Kebun, Pasar dan Restoran.
b) Sampah organik olah, seperti : Kertas, Kardus, Ranting pohon, dll.
c) Sampah organik pilihan untuk daur ulang menjadi kompos dipilih sampah organik yang segar dan lunak tidak termasuk yang keras dan berbentuk basah seperti sisa sayuran, rempah-rempah, dan sisa buah.
·         Sampah Berbahaya adalah Sampah yang harus ditangani secara khusus untuk menetralisir akibat pencemaran. Sampah ini harus dipisahkan dari yang lainnya sehingga proses daur ulang lebih cepat dan menghasilkan produk yang bebas dari bahan berbahaya.
Contoh: pecahan kaca dan gelas, sisa bahan kimia, baterai, botol obat nyamuk dan paku.
Sampah seringkali menjadi masalah dalam kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana tidak, sekitar 300 juta kantong plastik dibuang setiap tahunnya di Indonesia. Belum lagi yang membuangnya di sungai atau tempat-tempat yang tidak semestinya. Sebagian orang menilai sampah hanyalah barang bekas yang tak ternilai, mungkin bisa dikatakan bernilai walaupun dihargai dengan nilai yang rendah. Sampah-sampah yang sudah dibuang sebenarnya bisa dijadikan produk yang unik dan menguntungkan. Nah dari situlah bisa dikatakan, sampah dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk berbisnis.
Ketika kita membeli sebuah produk, tentunya kita akan segera membuangnya jika produk tersebut sudah habis isinya. Kemasannya kita buang begitu saja, jarang sekali orang memikirkan bagaimana barang tersebut jika dimanfaatkan kembali. Padahal, apabila kita melihat dari kacamata wirausaha kemasan tersebut bisa menjadi lahan bisnis dan punya peluang besar untuk dikembangkan.
Seperti halnya Muhammad Baedowy adalah seorang pengusaha pengelola limbah-limbah plastik, yang lalu mengekspor produknya ke China. Dari hasil kerja keras dan ketekunannya tersebut, ia dapat menciptakan lapangan pekerjaan dan memperoleh penghasilan hingga miliran. Sudah hampir 13 tahun ia menggeluti bisnis daur ulang sampah plastik di bawah label CV. Majestic Buana.
Sebelum memulai usaha ini ia sempat juga mencoba peruntungan usaha menjadi penjual jangkrik hingga cacing. Akan tetapi banyak kegagalan yang ditemui dan ia tidak memperoleh keuntungan dari bisnisnya itu. Hingga akhirnya, ia pun memutuskan untuk memulai usaha yang memiliki resiko yang minim seperti proses daur ulang sampah. Sebenarnya inspirasi mengenai bisnis daur ulang sampah ia peroleh ketika melihat aktivitas pemulung mengumpulkan sampah. Tanpa malu ia ikut mengumpulkan sampah-sampah botol plastik. Botol-botol plastik tersebut lalu dipilah-pilah berdasarkan warna serta jenisnya kemudian dipisahkan lalu dijual.
Usaha yang ia jalani ini tidak selamanya mulus, usaha tersebut pernah mengalami kerusakan pada mesin produksi dan terpaksa terhenti. Tetapi berkat dukungan istrinya, Baedowy akhirnya kembali bangkit untuk meneruskan usahanya. Hanya dengan waktu setahun ia berhasil membangun kembali usahanya.
Di China produk Baedowy digunakan sebagai bahan baku untuk membuat benang polyester. Bahan pembuatannya diperoleh dari limbah botol plastik minuman dengan jenis PET (polyethylene terephthalate). Sedangkan untuk sampah plastik gelas minuman berjenis PP (polypropylene) dipakai sebagai bahan dasar pembuatan tali rafia. Selain permintaan ekspor, ia juga menciptakan produk daur ulang sendiri dengan menggunakan botol plastik oli menjadi lokop sapu.
Berhasil menjadi seorang pengusaha sukses, Baedowy sadar ia tidak akan bisa melakukan hanya dengan seorang diri. Ia berpendapat, keberhasilan bisa diperoleh karena peran serta karyawannya. Oleh sebab itu ia berjanji, tepat pada tahun 2018 akan membagi rata hasil 90% keuntungannya dari pabrik untuk semua karyawan yang sudah bekerja minimal 5 tahun. Dengan cara seperti ini Baedowy berharap bisa terus mensejahterkan karyawannya, dan menciptakan manajemen keuangan perusahaan yang lebih transparan.
Banyak sekali penghargaan yang sudah Baedowy capai seperti :
a.       Pemenang Industri Hijau Tingkat Nasional 2009
b.      Peraih Penghargaan Soegeng Sarjadi Award on Good Governance 2010
c.       Peraih Penghargaan Kalpataru 2010
d.      Peraih Penghargaan Indonesia ASEAN Young Green Soldier Award 2011


Bab III
Penutup

Nah, dapat dilihat ternyata sampah-sampah selama ini yang menurut kita sudah tidak bisa digunakan kembali, ternyata masih mempunyai fungsi dan dapat juga menghasilkan pundi-pundi rupiah, selain itu juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi banyak orang dan tidak perlu membutuhkan modal khusus untuk mengembangkan bisnis ini. Kita hanya tinggal memungut sampah-sampah tersebut, lalu dikembangkan ke pengepul, setelah itu sampai ke tangan kita sebagai pendaur ulang sampahnya, lalu hasilnya di ekspor dan hasil ekspor tersebut akan menghasilkan rupiah. Selain itu kita juga bisa mengambil banyak hikmah dari pekerjaan ini, seperti menyelamatkan lingkungan dari limbah-limbah berbahaya, dan juga bisa memperkerjakan banyak orang tanpa harus mempunyai kemampuan khusus untuk melakukan pekerjaan tersebut.


Daftar Pustaka




Tidak ada komentar:

Posting Komentar